4 Cara Jitu Mencari Ide untuk Menulis Artikel

Arief
by Arief
May 02, 2019 pada 5:33 PM
Kategori: Marketing

Membuat sebuah konten marketing yang menarik tidak cukup hanya menulis artikel saja. Apalagi jika konten tersebut ditujukan untuk mengundang segmen tertentu berkunjung ke atau website kita.

Salah satu hal yang paling menantang ketika membuat konten marketing adalah mencari ide / tema artikel yang relevan dengan industri bisnis. Sebuah ide tidak bisa dipaksakan, ditambah kalau kita tidak menguasai bidang industrinya. Pasti kita akan menemukan kesulitan.

Sebuah ide akan menjadi gagasan utama dalam tulisan kita. Maka dari itu ide adalah awal dimana kita akan menyajikan sesuatu yang menarik bagi pengunjung.

Buat yang mungkin sedang kesulitan menemukan ide artikel, ada 4 cara jitu untuk mencari ide konten marketing yang dapat kita lakukan. Tentu saja 4 cara ini akan membantu kita menciptakan sebuah tulisan yang tidak hanya bagus tetapi juga tulisan yang menjual dan diminati oleh para pembaca.

 

Cari dan simpan artikel menarik dari sumber lain

Pertama, mulailah untuk rajin mencari dan membaca referensi dari berbagai sumber, mulai dari koran cetak, portal berita, youtube, komunitas, atau sumber apa saja yang berkaitan dengan tema yang ingin diambil.

Informasi yang bisa kita ambil bisa juga berupa gambar infografis, karya ilmiah dan sebagainya, simpan semua itu di dalam penyimpanan khusus.

Tapi jangan hanya dilihat saja, pastikan kita menemukan insight yang menarik di setiap artikelnya.

Penyimpanan dapat dilakukan di berbagai platform sesuai sumbernya. Kita bisa menyimpannya di social bookmarking seperti pinterest atau digg atau bisa juga fitur bookmark yang ada di browser. Anggaplah kita mempunyai gudang ide yang tersimpan rapi.

Semua referensi yang terkumpul dan disimpan akan membantu kita menemukan atau menciptakan ide yang menarik untuk menulis.

 

Brainstorming dengan tim

Satu orang memiliki ide memang sudah cukup baik, tetapi bayangkan jika dua sampai lima orang bahkan lebih ikut memberikan ide yang berbeda-beda. Sisi lain mungkin akan membingungkan tetapi jika kita berkumpul dan melakukan brainstorming, pastilah kita akan menemukan ide menarik yang mungkin nggak kepikiran sebelumnya.

Brainstorming sangat membantu kita dalam menemukan ide pokok atau payung komunikasi yang akan ditulis dalam sebuah blog. Maka dari itu, ketika melakukan brainstorming usahakan setiap orang meredakan ego terlebih dahulu agar setiap ide yang ada tidak saling mematikan ide yang lain.

Jika perlu, lakukanlah brainstorming di tempat yang santai dan suasana yang tidak tegang.

 

Melakukan Riset pada Content yang dimiliki kompetitor atau website lain yang relevan

Menggunakan research tools merupakan cara yang paling mudah, kita cukup Input nama domain kompetitor kita, lalu kita akan disediakan berbagai macam data, seperti halaman apa saja yang paling banyak dikunjungi, keyword apa saja yang digunakan, hingga artikel apa saja yang paling banyak di share di sosial media

Sebagai contoh kita menggunakan Ubersuggest.

pertama kita masukan nama domain kompetitor, lalu klik search

 

Lalu kita akan menemukan kolom seperti ini.

 

Dari sinilah kita akan menemukan ide-ide yang mungkin sama sekali nggak ada di pikiran kita.

Sebagai catatan, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, biasanya kita harus berlangganan versi premium.

 

Cari hal yang berkaitan dengan topik utama

Terakhir, lakukan cara berpikir yang mengembangkan satu ide menjadi beberapa ide lain yang berkaitan atau bahkan berbeda. Sebelum menulis, siapkan sebuah kertas atau papan besar untuk membuat sebuah pohon ide.

Misal kita akan mengangkat topik tentang Traveling, maka tariklah garis seperti kota atau Negara yang akan dikunjungi, solo traveling, traveling low budget, dan sebagainya. Kemudian tariklah garis kembali seperti tempat wisata yang dikunjungi, makanan favorit di kota tersebut, kegiatan yang dilakukan, apa saja yang dipersiapkan untuk traveling dan sebagainya.

 

Kesimpulan

Pengembangan ide sangat menentukan kedalaman isi konten yang kita tulis. Jangan lupa dimulai dengan mencari dan mengumpulkan referensi, diskusi bersama tim, melakukan riset dan membedah topik utama menjadi beberapa tema yang menarik untuk ditulis. Sederhanakan? So, selamat menulis! (Elleta)