5 Langkah untuk Mulai Digital Branding

Arief
by Arief
Apr 22, 2019 pada 3:21 PM
Kategori: Marketing

“Kayaknya udah promosi di semua media tapi kok gak ada ngaruh apa apa ya”

“Follower banyak, tapi kenapa engagement dikit"

Pernah ngedumel seperti itu?

Semua ini memang tidak terlepas dari pengaruh dan cara bagaimana digital bekerja. Terutama untuk sebuah brand yang baru mulai mengenalkan dirinya, dalam strategi pemasaran secara digital kita kenal dengan istilah digital branding.

 


Apa itu digital branding?

Digital branding adalah salah satu proses meningkatkan kesadaran (awarness) audiens untuk sebuah brand.

Digital branding masuk juga dalam lingkup digital marketing management, teknik yang digunakan adalah menggabungkan digital marketing dengan ilmu branding.

kita ambil contoh brand kopi tubruk terbesar di Indonesia, Kapal Api.

Saat orang membicarakan kopi tubruk, brand yang terbesit pertama kali kebanyakan Kapal Api.

Belum lagi kalau kita membicarakan super brand “Aqua”. Pasti ada effort besar dibelakangnya.

Tentu saja penggunaan teknologi yang maksimal, akan membantu proses branding dengan strategi digital seperti menggunakan email marketing, website, media sosial, dan sebagainya.

Pertanyaannya, mengapa kita harus beralih kepada cara atau strategi digital branding?

Melakukan digital branding dengan strategi khusus tanpa melihat target market atau keadaan pasar akan menjadi sia-sia. Membuat khalayak tahu tentang keberadaan brand Anda tidaklah cukup, karena branding lebih dari sekedar mengenalkan.

Nggak cuma diajak untuk membeli atau menggunakan brand Anda, tapi juga dituntut ada ikatan emosional antara brand dengan calon konsumen. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk memulai digital branding campaign?

 


Definisikan brand Anda

Membangun brand tidak hanya memberikan nama pada sebuah produk saja agar menjadi dikenal. Namun Anda harus mengerti betul siapa brand Anda dan apa brand Anda.

Ada banyak metode yang dapat dilakukan seperti menggambarkan brand menjadi “orang”. Dalam kata lain jika brand Anda adalah orang, maka orang seperti apakah dia?

Atau ada juga dengan metode yang ada pada umumnya yaitu menarik garis visi dan misi yang akan dibawa dan juga nilai yang ada dalam brand Anda.

 


Tentukan target market secara spesifik

Menentukan target market yang jelas akan membantu brand Anda mencapai keuntungan. Pengelompokkan target market dapat dilakukan dengan memberikan gambaran seperti umur, gender, gaya hidup, pekerjaan, kebiasaan dan sebagainya.

Ada beberapa brand yang mempunyai target market secara spesifik sehingga mampu melakukan aktivitas komunikasi digital secara detail seperti brand produk kecantikan yang ditujukan bagi kaum perempuan.

Ada juga dimana sebuah brand mengambil target market dari gaya hidupnya atau kebiasaan yang dilakukan walaupun dapat digunakan oleh semua umur seperti layanan ojek online dan sebagainya.  

 


Lakukan analisis untuk melihat peluang bagi brand Anda

Jika sudah menggambarkan brand dan menentukan target market, maka saatnya Anda duduk diam dan merenungkan sejenak peluang bagi brand Anda. Hal ini dilakukan agar mampu melakukan komunikasi yang tepat.

Salah satu analisa yang dilakukan ada memperbandingkan brand Anda dengan kompetitor. Kelemahan kompetitor adalah celah yang bisa Anda manfaatkan.

Di platform apa mereka bergerilya dan bagaimana mereka melakukannya. Apakah dengan memasang iklan berbayar, atau organic.

Dengan begitu Anda akan tahu cara apa yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan saat melakukan digital branding.

 


Pilih Media yang cocok untuk melakukan digital branding

Media digital saat ini sangat beraneka ragam sehingga tidak semua media digital harus digunakan untuk promosi brand Anda.

Pilih media yang paling tepat dan merepresentasikan brand Anda. Ada 3 media yang cenderung mudah dan murah, yaitu;

  1. Cross-media marketing
  2. Display advertising
  3. internet branding; seperti email, search marketing, social media dan public PR), dan

Anda akan menemukan kesulitan saat ingin branding tiang listrik beton Anda di Linkedin, yang notabene digunakan untuk para profesional executive.

Tapi anda mungkin akan menemukan kemudahan jika menggunakan cross-media advertising .

Ada juga brand yang sukses meningkatkan omset penjualannya hanya dengan whats-app business. Lihat lagi siapa target marketnya dan di media mana mereka bergaul saat ini.

 


Susun ide komunikasi digital marketing

Jika sudah melakukan 4 langkah di atas, Anda dapat membentuk payung komunikasi bagi brand Anda di media yang sudah ditetapkan.

Strategi sederhana yang dilakukan oleh brand besar seperti Jam Daniel Wallington, yang mengisi instagramnya dengan pengalaman konsumennya seperti me-repost setiap foto dari konsumennya. Semua dapat dilakukan sesuai dengan konsep brand yang Anda bangun.

Atau share hal-hal lucu dan unik seperti yang dilakukan akun @_TNIAU. Para prajurit TNI Angkatan Udara yang kita kenal kaku dan ‘garang’ ternyata bisa diputar menjadi lebih humanis dan humoris.

 


Kesimpulan

Kelima hal di atas bukanlah cara digital branding yang harus dilakukan. tetapi setidaknya dasar dalam membangun brand di era digital adalah pahami targetnya, pilih medianya dan komunikasikan sekreatif mungkin.

Digital membantu kita dengan berbagai kepintarannya menarik target konsumen Anda, namun tentu saja jika didukung dengan konten yang relevan, menarik dan emosional. (Elleta)