Cara Hitung THR bagi Freelancer

Yoan
by Yoan
May 16, 2019 pada 11:15 AM

Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan pendapatan non-upah karyawan yang diterima pada saat hari raya keagamaan. Tunjangan ini berbeda dengan tunjangan makan, tunjangan transportasi, tunjangan rumah, tunjangan anak/istri, tunjangan kesehatan, dan lainnya karena semuanya termasuk kebijakan opsional, sedangkan THR merupakan tunjangan yang wajib dibayarkan oleh setiap perusahaan.

 

Jika pembayarannya diabaikan, perusahaan akan menanggung denda dan sanksi administratif. Besaran dan tata cara pemberian THR telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 6/2016.

 

Tunjangan ini diberikan untuk semua pekerja tanpa membedakan status hubungan kerja, apakah karyawan tetap atau karyawan kontrak (PKWT), dan tidak dipengaruhi prestasi. Syaratnya hanya satu, karyawan yang bersangkutan telah memiliki masa kerja satu bulan secara terus menerus.

 

Berapa besaran THR Keagamaan menurut aturan Kementerian Ketenagakerjaan?

Permenaker No 6/2016 menggelompokkan pekerja penerima THR menjadi dua berdasarkan masa kerja.

1. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan penuh yang diberikan maksimal 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

2. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja dibagi 12 bulan.


Lalu, bagaimana untuk freelancer yang upahnya dibayarkan menurut jumlah hari kerja?

Karena besaran upah per-bulan tak sama besar, maka basis perhitungannya menggunakan upah rata-rata. Pasal 3 Permenaker menerangkan cara menghitung THR karyawan harian lepas sebagai berikut:

1. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Pekerja akan mendapat THR sebesar upah 1 bulan rata-rata upah setahun terakhir.

2. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. Sehingga, pekerja akan mendapat THR sebesar upah 1 bulan rata-rata upah tiap bulan selama masa kerja di bagi 12 bulan.

 

Masih kurang jelas? Nah kamu bisa cek video perhitungan THR di youtube Maukerja Indonesia