Cuti Bersama Mengurangi Cuti Tahunan? Masa sih?

Yoan
by Yoan
Jun 12, 2019 pada 4:59 PM

Pasal 79 ayat 2 butir (c) UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa pekerja/buruh memiliki hak atas,

“cuti tahunan, sekurang kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.”

Hak cuti tahunan sebenarnya merupakan hak individual karyawan (pekerja/buruh) yang dilaksanakan masing-masing sesuai kebutuhannya jika telah memenuhi persyaratan.

Awalnya cuti bersama ditetapkan di hari-hari “kejepit“ di antara hari-hari libur nasional dengan hari Sabtu dan/atau Minggu, baik hari-hari libur nasional sebelum hari Sabtu dan/atau Minggu, atau sesudah hari Sabtu dan/atau Minggu (yang secara informal dikenal dengan “harpitnas”).

Namun, sejak 2008 cuti bersama hanya ditetapkan menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri serta penambahan cuti bersama sebelum atau setelah Hari Natal.

 

Bagaimana dasar hukum cuti bersama?

Terkait mengenai petunjuk cuti bersama, dalam SE-Menakertrans tersebut dijelaskan sebagai berikut :

  1. Cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan yang dilakukan secara bersama-sama (secara massal). Artinya, dengan (mengambil) cuti bersama, berarti hak cuti tahunan akan berkurang sejumlah hari cuti bersama yang diambil (butir ke-1).
  2. Pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan (aanvullenrecht) dan tidak memaksa (dwangenrecht). Pelaksanaannya dikaitakan dengan peraturan perundang-undangan mengenai cuti, yakni PP No. 21 Tahun 1954 tentang Penetapan Peraturan Istirahat Buruh (butir ke-2).
  3. Oleh karena cuti bersama tersebut bersifat fakultatif / pilihan, maka pelaksanaannya diatur berdasarkan keesepakatan antara pengusaha dengan masing-masing karyawan dan/atau serikat pekerja (trade union) sesuai dengan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan (butir ke-5).
  4. Karyawan yang masuk bekerja pada hari-hari cuti bersama sesuai kalender SKB, hak cuti tahunannya tidak berkurang, dan kepadanya dibayarkan upah seperti hari kerja biasa (butir ke-3).
  5. Sebaliknya, bagi karyawan yang melaksanakan (mengambil) cuti pada hari-hari cuti bersama sesuai – kalender – SKB, maka hak cuti yang diambilnya diperhitungkan dengan hak cuti tahunan, sehingga mengurangi hak cuti tahunan karyawan yang bersangkutan (butir ke-4). (Yoan)

Masih belum jelas? Tonton video cuti bersama di channel Youtube Maukerja Indonesia yuk!