Kesalahan Fatal Saat Menjual Produk

Bee
by Bee
May 29, 2019 pada 3:37 PM
Kategori: Sales

Menjadi seorang marketer itu gampang - gampang susah, kenapa ? Karena kita akan menemui orang yang berbeda - beda. Misal nih klien A memiliki sifat X sedangkan klien B memiliki sifat Y, oleh karena itu kamu sebagai seorang marketer harus pandai memahami karakter tiap klien.

Memang proses pemahaman ini tidaklah mudah dan membutuhkan banyak waktu, jadi buat kamu para pemula yang bekerja di bidang marketing WAJIB membaca artikel di bawah ini agar tidak melakukan kesalahan fatal ketika bekerja, dan bisa menghindarinya. Apa saja kesalahan yang patut kamu hindari, simak berikut ini :

 

1. Kamu Dominan Berbicara

Saat berbicara dengan klien, proporsi bicaramu melebihi klien. Ada baiknya kamu memberikan kesempatan pada klien dengan lebih banyak mendengar. Barulah kamu merespon.

Sebagai orang baru ketemu dengan klien dan baru saja memahami dan mempelajari pasar, kamu jangan terlalu banyak bicara seolah hanya kamu saja yang mengetahui produkmu. Padahal klien sendiri juga sudah tahu lebih lama tentang barang yang akan kamu jual, alangkah baiknya jika kamu lebih banyak mendengar.

Klien kadang juga ingin berbicara tentang kondisi pasar. Pasar yang sedang lesu, atau para pembeli yang ini itu. Sehingga ketika kamu telah mendengarkan keluh kesah klien, kamu bisa memberikan saran dan respon yang baik.

Dari masukan ini pula kamu bisa menggambarkan produk seperti apa dan cara pemasaran seperti apa yang cocok dilakukan kedepannya.

 

2. Membicarakan Harga Terlalu Cepat

Jangan biarkan lawan bicara Anda justru alergi dengan apa yang Anda sampaikan karena kamu terlalu cepat menawar produkmu.

Hindari berbicara terlalu cepat dihadapan klien, bukan malah jelas malah klien nantinya akan bingung. Apalagi yang kamu sampein ini terlalu muluk - muluk bukan malah seneng si klien bisa - bisa mual ngedengerin omonganmu.

Jelaskan secara singkat saja seperlunya, selow sambil ngebahas masalah lain. Misal pegawai toko sebelah yang cantik atau toko owner toko sebelah yang cerewet bukan main. Dengan komunikasi seperti ini saya yakin pembicaraan semakin segar dan klien tidak akan bosan.

 

3. Terlalu banyak memperkenalkan diri

Memperkenalkan siapa perusahaan Anda terlalu lama padahal bukan itu poin pentingnya.

Sebagai seorang marketer kamu gak perlu terlalu panjang lebar memperkenalkan diri dan skill yang kamu miliki. Apalagi menjual omongan tentang perusahaan tempatmu kerja yang sangat bonafit. Itu bukan poin penting dalam penjualan. Perkenalkanlah produkmu, apa keuntungan yang didapatkan klien ketika membeli produkmu, lalu seberapa mudah menjual produkmu. Hal ini lah yang perlukamu sampaikan kepada klien. Namun ketika menyampaikan jangan lupa dengan poin nomor 2 diatas yah.

 

4. Menggunakan kata kata 'berbahaya'

Ada baiknya kamu menghindari kata kata ini jika TIDAK ditanyakan :

  • Pesaing Kami,
  • Jutaan Bla..Bla.. ,
  • Kontrak,
  • Pembayaran,
  • Bagaimanapun,

Hindari kata - kata diatas, Kenapa ? Padahal itukan salah satu poin penting dalam penjualan. Ada kalanya klien tidak suka ditanyai tentang pesaing.

jangan pula bertanya tentang untung jutaan, atau kontrak yang harus diteken jika membeli produkmu. Menanyakan hal ini malah membuat klien berpikir dua kali, karena persyaratan ribet dan kamu yang terlalu ingin tahu malahan dicurigai klien.

Santai saja jika klien butuh info dia pasti bertanya menggunakan kata - kata tersebut.

 

5. Kamu lebih asyik membicarakan teknisnya bukan proses bisnisnya,

Teknis itu bisa disampaikan jika ia deal, cukup pengantar singkat saja. Jangan lupakan bisnis prosesnya!

Kamu boleh memperkenalkan diri atau produkmu namun ingat singkat saja, jangan terlalu panjang lebar, klien yang sudah banyak pengalaman tak suka dengan hal seperti ini. Jangan pula menjelaskan teknis nantinya penjualan ini seperti atau seperti itu. Klien malahan bakal puyeng ngedengerin omonganmu.

Lebih baik kamu menjelaskan bagaimana proses penjualan terjadi, bagaimana kamu membantu proses penjualan produk dengan promo atau memberikan bonus pembelian ketika ada tengkulak datang. Proses seperti ini akan merangsang klien untuk membeli produk.

Baru ketika klien deal, ok deh kamu bisa menjelaskan secara singkat bagaimana teknis kerja sama dengan perusahaan milikmu  kerja.

 

Nah itu tadi beberapa tips yang harus kamu hindari sebagai seorang marketer. Menjual barang itu mudah jika dilakukan dengan tepat, namun terasa sangat sulit ketika kamu tidak tahu selahnya. Maka Dari itu jadilah orang yang santai, selow dan berfikir dengan kepala dingin, jangan tergesa - gesa.