Kunci Sukses: Berhenti Mengejar Hasil, Fokus Pada Proses

Yoan
by Yoan
May 29, 2019 pada 2:12 PM

Sejak kecil, kebanyakan orang tua dan sekolah mengajari dan melatih anak menyusun target-target pencapaian. Ketika satu tujuan tercapai, kita dituntut untuk harus mengejar tujuan berikutnya. Begitu terus hingga energi terkuras, dan pada akhirnya justru merasa telah kehilangan tujuan hidup.

Ibarat seorang pembalap motor yang sebenarnya takut melaju kencang atau tidak suka bersaing menantang maut. Namun tetap balapan motor karena mendambakan dan mengidamkan sensasi melintasi garis finish dan euforia meraih kemenangan. Padahal bisa saja kemenangan yang diidamkan tidak tercapai apabila dalam proses tetap merasa takut atau memang tidak suka untuk bersaing di sirkuit.

Banyak orang diluar sana yang memang terpaku pada target, karena fokus pada target adalah cara untuk berhasil. Berikut beberapa pendapat mengapa berfokus pada proses lebih baik daripada berfokus pada hasil.

 

Berfokus pada hasil membuat hidup berantakan

Sensasi kesuksesan cepat menguap, namun sengatan dari kegagalan bertahan lama. Selama ini, kita dikondisikan untuk fokus pada kritik negatif, sehingga berorientasi pada pencapaian akan membuat kita menyalahkan diri sendiri ketika kenyataan tidak berjalan sesuai harapan.
 
Naskah Hindu Bhagavad Gita mengatakan bahwa kita memiliki hak atas kerja kita, tapi bukan hasil kerja kita. Penghargaan atas kerja kita itu akan menjadi taburan gula di atas kue. Apabila tak ada penghargaan pun, kita akan tetap menikmati perjalanan kita!


Pikiran yang terfokus pada hasil = pikiran yang terburu-buru

Fokus pada pencapaian akan membuat kita terbuai dengan khayalan ketenaran, karier yang sukses, atau memiliki pasangan yang kita idamkan. Pikiran ini mendorong kita untuk mencari jalan pintas, life-hacks, dan nasihat-nasihat dari para motivator yang menjual khayalan.
 
Anda tidak akan menemukan keajaiban 'jalan pintas' itu dalam semua biografi orang-orang terkenal. Tidak ada kesuksesan dalam semalam. Tidak ada momen “a-ha!”. Fokus pada proses menjadi titik tolak dari perjalan kesuksesan mereka.
 
Para amatir berfokus pada pencapaian, dan mengharapkan hasil yang segera. Seorang profesional memainkan permainan panjang dan memprioritaskan proses. Mereka melatih diri, menyempurnakannya selama bertahun-tahun tanpa mengharapkan hasil yang instan.