WAJIB TAHU! Pedoman Penting Pembagian dan Perhitungan THR Karyawan

mega
by mega
May 22, 2018 pada 5:38 AM
Kategori: Info Karir

Pembagian dan perhitungan THR jadi hal yang cukup hangat dibicarakan dan ditunggu oleh karyawan saat memasuki Ramadhan dan jelang lebaran. THR atau biasa disebut tunjangan hari raya, bonus lebaran atau gaji ke-13 ini diatur di Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Aturan rinci dari mulai perhitungan THR, waktu pemberian hingga jumlah dan cara penghitungan bagi karyawan harian, kontrak, dan tetap lengkap diatur lengkap diPermenaker tersebut. 

Aturan perhitungan serta pemberian THR ini tidak hanya berlaku untuk umat muslim di hari raya Lebaran Idul Fitri saja, namun juga bagi umat Katolik & Protestan di hari Natal, hari raya Waisak umat Buddha, Nyepi untuk karyawan beragama Hindu, dan Imlek bagi karyawan beragama Khonghucu.

Menjelang lebaran seperti ini, sebagai karyawan kamu pun perlu tahu sebenarnya bagaimana aturan  serta hal-hal penting lain mengenai pemberian THR di perusahaan. Jangan sampai hak karyawan untuk mendapatkan THR disalahgunakan karena ketidak tahuan kamu tentang peraturan yang berlaku ya.

Aturan waktu pemberian THR 2018

Pemberian THR hanya diberikan setahun 1 (satu) kali pada hari raya keagamaan. Hari Raya Keagamaan yang dimaksud adalah Hari Raya Idul Fitri, Natal,  Nyepi, Waisak, dan Imlek. THR bisa saja diberikan pada Lebaran Idul Fitri 2018 kepada seluruh karyawan tapi pada hari keagamaan lain tidak diberikan. Kapan tepatnya pemberian THR sesuai kebijakan perusahaan dengan aturan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan. 

Berapa Besaran THR yang Kamu dapatkan tahun ini?


THR diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja selama 12 (dua belas) bulan dengan nilai sebesar 1 (satu) bulan upah. Upah yang dimaksud adalah upah  bersih (gaji pokok termasuk tunjangan tetap).

Apakah karyawan baru dapat THR?

Jika kamu adalah karyawan baru yang baru masuk selama satu bulan secara terus menerus, kamu tetap dapat uang THR kok. Perhitungannya diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan:

perhitungan THR

Perhitungan ini juga berlaku untuk karyawan kontrak dengan menghitung masa kerja dibagi dua belas (12) di kali jumlah  satu (1) bulan upah. 

THR Karyawan Harian Lepas

Bagaimana jika kamu pekerja/buruh yang bayarannya dihitung harian lepas. Apakah kamu berhak mendapat THR? Tenang saja, untuk hal tersebut pemerintah punya aturan tersendiri. Semua tetap berhak mendapatkan THR. Perhitungan THR untuk karyawan harian lepas dihitung berdasarkan rata-ratua upah yang diterima selama masa kerja. Jika sudah memiliki masa kerja 12 bulan lebih, THR yang didapatkan adalah 1 (satu) kali upah rata-rata selama 12 (dua belas) bulan. Jika masa kerja kurang dari setahun, upah dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. 

THR Karyawan Resign

Bagaimana jika kamu dalam proses resign dari perusahaan, apakah kamu masih berhak mendapatkan THR? 
Hal tersebut juga sudah di atur oleh pemerintah. Jika karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja 30 (tiga puluh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan, maka perusahaan wajib membayar THR meskipun sudah akan resign. 

Lalu bagaimana jika Perusahaan tidak membayar sesuai ketentuan?

Aturan pemerintah sudah sangat jelas, bahwa setiap karyawan yang memenuhi kriteria di atas berhak mendapatkan THR. Sanksi akan diberikan ke perusahaan jika telat membayar THR dengan dikenai denda sebesar 5% dari total THR keagamaan yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu pembayaran. 

Jika sampai batas waktu pembayaran perusahaan kamu belum mmebayarkan THR, kamu bisa langsung menghubungi Kemenaker melalui posko-posko yang disediakan terkait pengaduan THR. 

) >